INFOTREN.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan dugaan mengejutkan mengenai peran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah saat ini. Trump menduga Putin memberikan bantuan kepada Iran untuk menghadapi Israel dan juga Washington.

Kecurigaan ini muncul ketika Trump diwawancarai oleh jurnalis Fox News, Brian Kilmeade, dalam sesi wawancara khusus yang disiarkan baru-baru ini. Pertanyaan Kilmeade langsung menyasar potensi dukungan Rusia terhadap Teheran.

Terkait dugaan tersebut, Trump memberikan konfirmasi singkat namun tegas mengenai pandangannya. "Iya, saya pikir ia (Putin) memang membantu mereka (Iran), sedikit," ujar Trump ketika menjawab pertanyaan dari Kilmeade.

Trump kemudian mengaitkan dugaan dukungan Putin terhadap Iran dengan bantuan militer yang diberikan Amerika Serikat kepada Ukraina. Ia melihat adanya semacam logika timbal balik dalam pergerakan kekuatan global tersebut.

"Saya duga, dan dia juga berpikir kita (AS) bantu Ukraina, benar?" tutur Trump, menyiratkan pemahaman bahwa tindakan Rusia terhadap Iran mungkin dipandang sebagai respons terhadap dukungan Barat terhadap Kyiv.

Trump tidak menyangkal bahwa Amerika Serikat memang telah memberikan dukungan signifikan kepada Ukraina sejak awal invasi Rusia pada 2022. Hal ini ia akui sebagai bagian dari narasi yang mungkin digunakan oleh pihak lain.

"Iya, kita pernah membantu mereka (Ukraina) juga. Jadi, dia (Putin) mengatakan itu dan China akan mengatakan hal yang sama," kata Trump, menyoroti bagaimana tindakan AS bisa dijadikan pembenaran oleh negara lain.

Ia melanjutkan pemikirannya dengan menggambarkan situasi tersebut sebagai sebuah pertukaran aksi yang dianggap seimbang oleh pihak-pihak terkait. "Ini seperti 'Hei, mereka melakukan itu dan kita melakukan itu juga demi keadilan. Mereka melakukannya, dan kita juga melakukannya,' ia menambahkan.

Sementara itu, pandangan dari tim Trump sebelumnya menunjukkan adanya upaya untuk memverifikasi informasi tersebut. Utusan Khusus Trump, Steve Witkoff, menyampaikan informasi yang berbeda pekan lalu kepada CNBC.