INFOTREN.ID - Iran, di bawah kepemimpinan spiritual baru, menyampaikan pesan penting mengenai arah kebijakan luar negeri mereka, khususnya terkait hubungan dengan kekuatan Barat dan Israel. Pernyataan ini muncul di tengah dinamika geopolitik kawasan yang cenderung meningkat tensinya dalam beberapa waktu terakhir.

Mojtaba Khamenei, yang kini memegang posisi sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, secara tegas mengutarakan posisi resmi negara tersebut. Hal ini disampaikan melalui sebuah pesan tertulis yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran pada hari Kamis (9/4) waktu setempat.

Inti dari pesan tersebut adalah penolakan terhadap eskalasi konflik bersenjata yang tidak diinginkan oleh Teheran. Republik Islam Iran menegaskan bahwa mereka tidak memiliki agenda untuk memicu perang dengan dua negara besar tersebut.

"Kami tidak mencari-cari perang dan kami tidak menginginkannya," demikian kutipan pernyataan yang dibacakan melalui siaran resmi televisi pemerintah Iran, Mojtaba Khamenei.

Namun, penegasan non-agresif ini disertai dengan syarat tegas mengenai pertahanan nasional. Iran menyatakan komitmen penuh untuk menjaga dan melindungi seluruh hak-hak mereka sebagai sebuah bangsa yang berdaulat.

Pesan ini dirilis hanya beberapa minggu setelah wafatnya pemimpin spiritual sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei. Sang pendahulu menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 28 Februari lalu, menandai dimulainya era kepemimpinan baru.

Penyampaian pernyataan Mojtaba Khamenei ini terjadi pada hari yang diklaim sebagai hari pertama perang melawan AS-Israel, sebagaimana dilansir dari Al Arabiya dan AFP, Jumat (10/4/2026). Klaim waktu ini memberikan konteks penting terhadap urgensi pernyataan sang pemimpin baru.

Pernyataan Mojtaba Khamenei ini menjadi penanda penting stabilitas atau potensi ketegangan di Timur Tengah di bawah kepemimpinan spiritual Iran yang baru.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.