INFOTREN.ID - Korea Utara baru-baru ini secara resmi memperkenalkan kapal tempur permukaan paling mutakhir yang mereka miliki, yaitu kapal perusak rudal bersenjata berat yang diberi nama Choe Hyon. Peluncuran ini menandai peningkatan signifikan dalam kapabilitas maritim negara tersebut.
Peresmian kapal yang sangat dinantikan ini dilaksanakan pada hari Jumat, tepatnya tanggal 25 April yang lalu. Momen penting ini diselenggarakan di wilayah Nampo, yang terletak di pesisir barat negara tersebut.
Lokasi Nampo dipilih sebagai tempat seremoni karena kedekatannya dengan ibu kota negara, Pyongyang, meskipun jaraknya masih sekitar 50 kilometer dari pusat pemerintahan. Acara ini menarik perhatian internasional mengenai perkembangan persenjataan Pyongyang.
Dalam upacara peluncuran tersebut, kapal perusak baru ini secara resmi diberikan nomor lambung 51. Penomoran ini mengindikasikan statusnya sebagai aset utama dalam armada laut Korea Utara saat ini.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh pemimpin tertinggi negara, Kim Jong-un, yang memimpin langsung prosesi peresmian tersebut. Kehadiran beliau menegaskan pentingnya kapal ini bagi strategi pertahanan maritim Korea Utara.
Menariknya, dalam upacara tersebut Kim Jong-un didampingi oleh putrinya, Kim Juae. Kehadiran anggota keluarga pemimpin tertinggi dalam acara militer strategis seperti ini sering kali menjadi sorotan analisis politik internasional.
Dilansir dari sumber terkait, acara peresmian ini merupakan penanda era baru bagi kekuatan angkatan laut Korea Utara dalam mengamankan wilayah perairan mereka. Kapal Choe Hyon digambarkan memiliki kemampuan tempur yang superior dibandingkan aset sejenis sebelumnya.
"Kapal perusak rudal bersenjata berat Choe Hyon telah diresmikan pada Jumat lalu, 25 April," ujar seorang pejabat militer terkait mengenai waktu dan nama kapal tersebut.
Lebih lanjut mengenai detail seremonial, "Acara tersebut berlangsung di Nampo di pantai barat negara itu, sekitar 50 km dari Pyongyang," tambah pejabat tersebut, mengonfirmasi lokasi spesifik peluncuran.