MAKASSAR, Infotren.id - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap fakta mengejutkan terkait kasus dugaan perdagangan anak yang melibatkan seorang ibu berinisial MT (38) di Makassar. Hasil penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa satu anak telah dijual, sementara satu anak lainnya dijadikan sebagai barang pertukaran.

Direktur Reserse PPO dan PPA Polda Sulsel, Kombes Osva, menegaskan bahwa jumlah korban berbeda dari laporan awal yang beredar di masyarakat. "Fakta penyelidikan kami tidak menemukan empat anak dijual, melainkan hanya satu yang benar terjadi transaksi penjualan dan satu lainnya sempat ditukarkan," ujarnya, dikutip iNews, Jumat (27/3/2026).

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami keterangan para saksi untuk menyusun kronologi lengkap atas transaksi yang terjadi pada Januari 2026 tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi nekat tersangka ini dipicu oleh tekanan ekonomi yang dialami keluarga.

Peristiwa bermula saat MT menyerahkan anaknya, CHY (10), untuk diadopsi secara ilegal oleh wanita berinisial NL dengan imbalan Rp4 juta. Transaksi yang dilakukan secara tunai tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sebagai kesepakatan awal antara kedua pihak.

Namun, sembilan hari kemudian, NL mendatangi tersangka untuk mengembalikan CHY dan meminta uang pembayarannya dikembalikan secara utuh. "Pada tanggal 19 Januari 2026, saudari NL mengembalikan anak tersebut dan meminta uangnya dikembalikan," tambah Osva dalam keterangannya.

Lantaran tidak mampu mengembalikan uang, MT justru menawarkan bayinya yang baru berusia 2 bulan, AZ, sebagai pengganti CHY. Tersangka bahkan meminta tambahan uang sebesar Rp1 juta kepada NL, sehingga total uang yang diterima MT mencapai Rp5 juta.

Sebelumnya, MT ditangkap polisi setelah dilaporkan oleh suaminya sendiri, Anto (40), atas dugaan penjualan tiga anak kandung dan satu keponakan. Tersangka diamankan di Makassar pada Kamis (26/3/2026) dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Sulsel.

Kasubdit PPO Direktorat PPA Polda Sulsel, Kompol Zaki, menyatakan pihaknya masih terus menelusuri keberadaan anak-anak lain yang dilaporkan hilang. Penyelidikan ini dikembangkan guna memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain dalam jaringan perdagangan anak tersebut.