MATARAM-INFOTREN.ID- Pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara yang membabi buta dari Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari lalu, Iran kini memiliki pemimpin tertinggi yang baru.

Adapun pengganti Ayatollah Ali Khamenei adalah putranya sendiri, yakni Ayatollah Mojtaba Khamenei. Ia dipilih pasca 10 hari meninggalnya ayahanda tercinta, sang legenda.

Pelantikan Ayatollah Mojtaba Khamenei dilakukan setelah penunjukan langsung dan Majelis Pakar Kepemimpinan (Majelis Khobregan Kepemimpinan) secara resmi menetapkan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran. 

Penunjukan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pimpinan Tertinggi Iran ini dilakukan menyusul gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dan Iran harus segera memiliki pengganti sebagai pimpinan tertinggi.

Sebagai informasi bahwa penunjukan Ayatollah Mojtaba Khamenei terungkap dalam pernyataan pers resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta yang diterima Senin (9/3/2026) kemarin.

Pada kesempatan itu, Kedubes Iran menyebutkan bahwa Ayatollah Mojtaba Khamenei terpilih dengan perolehan lebih dari 85% suara anggota Majelis Pakar. 

Dalam pemilihan pimpinan tertinggi Iran ini merujuk pada Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran untuk masa jabatan delapan tahun.

Dengan adanya pengganti Khamenei, Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini tetap berjalan kokoh. 

Tak menunggu lama, setelah penunjukan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya dengan penunjukan langsung, Iran gercep mengaktifkan langkah militer strategis di bawah komando baru.