INFOTREN.ID - Badan Antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, berhasil meluncurkan empat astronot mereka menuju orbit Bulan pada Rabu (1/4). Peluncuran bersejarah ini menggunakan roket yang memiliki ukuran sangat besar dan menjadi bagian dari program Artemis II.
Misi kali ini direncanakan sebagai misi tanpa pendaratan, fokus utamanya adalah mengelilingi Bulan dan menguji sistem wahana antariksa. Penerbangan berawak yang melintasi Bulan ini sangat dinantikan, mengingat ini adalah yang pertama terjadi dalam kurun waktu lebih dari lima dekade terakhir.
Roket raksasa NASA yang didominasi warna oranye dan putih itu meluncur gagah dari landasan di Kennedy Space Center, Florida. Momen peluncuran terjadi pada Rabu (1/4) petang, tepatnya sekitar pukul 18.35 waktu setempat.
Wahana antariksa tersebut membawa kru yang terdiri dari tiga astronot berkebangsaan Amerika Serikat dan satu astronot dari Kanada. Ini menunjukkan kolaborasi internasional yang kuat dalam ambisi penjelajahan antariksa Amerika saat ini.
Peluncuran yang sukses ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari ranah politik AS. Presiden AS Donald Trump secara khusus memberikan ucapan selamat atas keberhasilan misi Artemis II yang dianggap bersejarah ini.
"Secara khusus memberikan ucapan selamat atas peluncuran misi Artemis II yang bersejarah tersebut," disampaikan Presiden AS Donald Trump.
Informasi mengenai apresiasi dari orang nomor satu AS tersebut didapatkan dilansir dari AFP pada hari Kamis (2/4/2026). Pernyataan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap program eksplorasi antariksa.
Misi Artemis II ini menjadi tonggak penting dalam program jangka panjang NASA untuk mengembalikan kehadiran manusia di Bulan. Keberhasilan peluncuran ini membuka jalan bagi misi-misi lanjutan yang lebih ambisius di masa depan.
Keberangkatan dari Kennedy Space Center menandai dimulainya fase baru eksplorasi Bulan yang melibatkan awak manusia. Seluruh dunia kini menanti laporan perkembangan dari keempat astronot yang bertugas mengelilingi satelit Bumi tersebut.