INFOTREN – Perkembangan teknologi otomotif membawa perubahan besar pada cara perawatan mobil modern. Dalam sebuah dialog di kanal YouTube Denkus Channel bersama Deni Kustaman, pendiri Dokter Mobil, Ko Lung Lung, membedah berbagai mitos dan memberikan panduan teknis mengenai perawatan kendaraan yang tepat agar tetap awet dan efisien.

Perawatan Radiator dan Risiko Cairan Aditif
Mengenai sistem pendinginan, Ko Lung Lung mengingatkan pemilik mobil untuk waspada terhadap penggunaan cairan aditif pembersih radiator (radiator flash). Menurutnya, kandungan kimia dalam cairan tersebut cenderung bersifat korosif. Meski efektif merontokkan kerak, penggunaan yang tidak tepat justru berisiko merusak dinding radiator.

Ia lebih menyarankan metode "nge-flash" manual, yakni dengan menguras seluruh air radiator, menyemprotnya hingga bersih, dan mengisi kembali dengan cairan pendingin (coolant) baru setiap dua hingga tiga tahun sekali.

Durasi Memanaskan Mesin Mobil Modern
Masih banyak perdebatan mengenai perlu tidaknya memanaskan mesin mobil keluaran terbaru. Ko Lung Lung menegaskan bahwa aktivitas ini tetap relevan, namun tidak perlu dilakukan dalam durasi yang lama.

"Memanaskan mobil sebelum jalan itu masih perlu agar oli mencapai seluruh komponen mesin dan mencapai suhu kerja yang optimal," ujarnya. Ia menyarankan durasi cukup selama 1 hingga 2 menit saja, berbeda dengan mobil lawas yang membutuhkan waktu lebih lama.

Efisiensi Penggantian Oli
Terkait kebiasaan mengganti oli lebih cepat dari jadwal, Ko Lung Lung menilai hal tersebut sebagai tindakan yang tidak efisien atau buang-buang uang. Ia menjelaskan bahwa oli yang direkomendasikan untuk 10.000 km sebenarnya telah didesain untuk mampu bertahan hingga 15.000 km sebagai batas aman. Pemilik kendaraan disarankan untuk mengikuti instruksi pabrikan dengan menggunakan produk oli yang berkualitas.

Tren Kerusakan Transmisi Matic
Salah satu masalah yang sering ditemukan pada mobil modern adalah kerusakan pada sistem transmisi otomatis. Hal ini umumnya disebabkan oleh kurangnya edukasi mengenai penggantian oli dan filter oli matic.

Untuk kondisi jalanan yang padat seperti di Jakarta, Ko Lung Lung merekomendasikan penggantian oli matic setiap 20.000 km. Ia juga meluruskan istilah oli "lifetime" pada mobil-mobil Eropa. Menurutnya, istilah tersebut merujuk pada masa garansi kendaraan (sekitar 5 tahun), sehingga setelah masa tersebut terlewati, pemilik wajib segera mengganti oli transmisinya.

Sejarah dan Etika Berkendara
Selain aspek teknis, Ko Lung Lung membagikan wawasan sejarah desain mobil Jerman. Ia menjelaskan bahwa kekokohan bodi Mercedes-Benz berawal dari kebutuhan kendaraan dinas pemerintah yang tahan serangan, sementara desain mesin belakang Porsche awalnya ditujukan untuk faktor keamanan mesin saat terjadi insiden di medan perang.