INFOTREN.ID – ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), salah satu penyedia layanan kolokasi pusat data global yang berbasis di Singapura, mengumumkan perluasan platform pendanaan di Indonesia senilai IDR 8,8 triliun (sekitar USD 500 juta). Dana segar ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan STT Jakarta Campus, termasuk pembangunan STT Jakarta 3.
Perluasan fasilitas pendanaan dua mata uang (dual-currency) ini juga menandai peluncuran tranche pinjaman berjangka hijau (green term loan) perdana STT GDC di Indonesia.
Transaksi ini merupakan peningkatan dari fasilitas pinjaman yang sudah ada sebelumnya, yang pada tahun 2025 pernah meraih penghargaan Best Structured Finance Deal (Indonesia) dari FinanceAsia Achievement Awards. Platform pendanaan yang diperluas ini dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam mendukung pengembangan jangka panjang struktur kampus multi-aset yang meliputi STT Jakarta 1 hingga 3.
Hendrikus Gozali, Country Head for Indonesia ST Telemedia Global Data Centres, menyatakan bahwa langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Indonesia.
"Transaksi ini adalah langkah lanjutan dari platform pendanaan kami di Indonesia, yang memungkinkan kami mendukung ekspansi berkelanjutan kampus STT Jakarta sekaligus memperkenalkan tranche pinjaman hijau pertama kami di dalam negeri," ujar Gozali dalam keterangan pers, Rabu (3/6/2026).
Ia menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan perencanaan modal yang disiplin dan fokus perusahaan dalam menyediakan infrastruktur digital yang berkelanjutan untuk memenuhi permintaan komputasi berbasis cloud, Kecerdasan Buatan (AI), dan komputasi berkinerja tinggi yang terus melonjak.
Fokus pada Keberlanjutan di STT Jakarta 3
Tranche pinjaman hijau yang baru akan dialokasikan secara khusus untuk pembangunan STT Jakarta 3 yang berlokasi di Cikarang, Bekasi. Fasilitas ini merupakan bagian integral dari STT Jakarta Campus, yang diproyeksikan mampu mendukung lebih dari 360MW kapasitas teknologi informasi (TI) setelah selesai dibangun sepenuhnya.
STT Jakarta 3 didesain untuk mendukung arsitektur pendinginan cair (liquid cooling) maupun pendingin udara tingkat lanjut (advanced air-cooling), memungkinkannya menangani beban kerja generasi berikutnya dengan kepadatan daya yang lebih tinggi.