JABAR.INFOTREN.ID - Warga Kota Bandung, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Sukasari, perlu bersiap menghadapi fluktuasi cuaca yang cukup dinamis dalam 24 jam ke depan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hari ini akan diwarnai dominasi awan tebal yang diselingi potensi hujan ringan di beberapa periode waktu. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam merencanakan aktivitas luar ruangan yang berpotensi terganggu oleh curah hujan.

Ringkasan Prakiraan Cuaca Terkini:

Kondisi Cuaca Pagi hingga Siang

Memasuki aktivitas pagi hari, langit Kota Bandung dilaporkan dalam kondisi berawan dengan suhu mencapai 27°C sekitar pukul 11:00. Namun, jangan lengah, karena pada pukul 14:00 siang nanti, BMKG memprediksi intensitas hujan akan mulai turun dalam skala ringan. Suhu udara akan sedikit menurun menjadi 25°C, sementara kelembapan meningkat tajam hingga 73%. Peningkatan kelembapan ini mengindikasikan bahwa udara terasa lebih basah dan berat. Bagi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) yang mengandalkan aktivitas di luar ruangan, seperti pedagang kaki lima di area Sukasari, periode siang hari ini memerlukan penataan ulang strategi dagang, mungkin dengan menyiapkan penutup atau tenda pelindung ekstra.

Prakiraan Sore dan Malam Hari

Memasuki sore hari, sekitar pukul 17:00, cuaca akan kembali berawan dengan suhu yang semakin sejuk, menyentuh 22°C. Namun, kelembapan udara akan melonjak drastis mendekati titik jenuh, mencapai 87%. Puncak kelembapan dan potensi hujan terjadi pada malam hari. Pada pukul 20:00, diprediksi kembali terjadi hujan ringan dengan suhu 20°C dan kelembapan mencapai 96%. Kondisi ini sangat mempengaruhi kenyamanan mobilitas dan potensi peningkatan genangan di beberapa titik rawan di Bandung. Menjelang tengah malam, langit diperkirakan sedikit membaik menjadi berawan, namun kelembapan tetap tinggi di angka 97% pada pukul 23:00.

Memasuki dini hari berikutnya (pukul 02:00 hingga 05:00), suhu cenderung stabil di kisaran 19°C dengan kondisi berawan dan kelembapan yang sangat tinggi, menunjukkan potensi kabut tipis di beberapa area dataran tinggi Bandung. Keadaan ini bisa berdampak pada visibilitas pengendara yang melakukan perjalanan dini hari.

Peringatan Dini dan Tips Persiapan

Berdasarkan pola cuaca ini, dampak sosial dan ekonomi paling terasa adalah pada sektor transportasi dan kesehatan. Dengan seringnya hujan ringan dan kelembapan tinggi, risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalanan licin meningkat. Selain itu, kelembapan ekstrem di atas 90% pada malam hari meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis kelembapan.