JAKARTA, InfoTren.id — Bank Indonesia (BI) bergerak cepat menjaga kekuatan rupiah.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan tujuh langkah strategis yang akan ditempuh untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5).
Menurut Perry, seluruh langkah tersebut telah mendapatkan restu dari Presiden dan menjadi pijakan untuk menjaga rupiah tetap kuat dan stabil ke depan.
Langkah pertama, BI akan terus melakukan intervensi melalui pasar spot dan transaksi derivatif valuta asing, baik di dalam maupun luar negeri.
Cadangan devisa Indonesia yang mencapai USD 148,2 miliar per Maret 2026 dinilai sangat memadai untuk mendukung intervensi ini.