INFOTREN.ID – Pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, khususnya segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), menunjukkan dinamika yang semakin ramai dan kompetitif menjelang pertengahan tahun 2026. Agresivitas pabrikan asal China berhasil mendongkrak persaingan hingga merambah segmen menengah dengan penawaran harga yang jauh lebih terjangkau, bahkan berada di bawah Rp 600 juta.
Pilihan PHEV kini tidak lagi didominasi oleh segmen premium. Merek-merek seperti Chery, Geely, Jaecoo, Wuling, hingga Li Auto (melalui agen lokal Lepas) menawarkan alternatif menarik bagi konsumen Indonesia.
Dominasi Harga Kompetitif dari Pabrikan China
Chery menjadi salah satu pemain paling agresif melalui lini Tiggo series. Chery Tiggo 8 CSH hadir dengan harga mulai Rp 449,9 juta untuk tipe Comfort, sementara varian AWD dibanderol Rp 569,9 juta. Untuk kelas yang lebih tinggi, Tiggo 9 CSH AWD ditawarkan seharga Rp 739,9 juta, mengalami sedikit penyesuaian harga dari harga sebelumnya.
Pemain baru yang turut meramaikan segmen ini adalah Geely dengan Starray EM-i yang dipatok pada angka Rp 499 juta. Sementara itu, Jaecoo mengandalkan J7 SHS seharga Rp 509,9 juta, dan J8 SHS di segmen atas dengan harga Rp 828 juta.
Wuling juga memperkuat posisinya di pasar PHEV melalui model Eksion PHEV dan Cortez Darion PHEV/PHEC. Kedua model ini bermain di rentang harga Rp 449 juta hingga Rp 499 juta, tergantung varian (CE atau EX).
Tidak ketinggalan, Li Auto, yang diwakili oleh agen lokal Lepas, telah membuka keran pemesanan (pre-book) untuk model L8 dengan harga Rp 589 juta.
Opsi Premium Pabrikan Jepang Bertahan
Bagi konsumen yang memprioritaskan durabilitas dan gengsi pabrikan Jepang, pilihan PHEV masih tersedia di kelas premium, dengan harga di atas Rp 1 miliar.