BOYOLALI, Infotren.id – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Tanjungsari, Banyudono, Kabupaten Boyolali, menggelar kegiatan In House Training (IHT) dengan fokus utama "Membangun Solid Team Guru untuk Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berkemajuan."

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas 1 MIM Tanjungsari ini bertujuan memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, dan menumbuhkan budaya kolaboratif di antara seluruh elemen sekolah guna menghadapi dinamika pendidikan modern.

Dalam IHT tersebut, sekolah mengundang Pujiono, S.Si., M.M., selaku Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, sebagai narasumber utama.

Pujiono menekankan bahwa kemajuan sebuah institusi pendidikan sangat bergantung pada kekompakan tim, bukan semata-mata kehebatan individu. Menurutnya, sekolah yang maju adalah sekolah dengan tim yang memiliki visi yang sama, saling menguatkan, serta berorientasi pada penyediaan layanan pendidikan terbaik melalui inovasi.

Kepala MI Muhammadiyah Tanjungsari, Abdul Fitri Berlianto, saat membuka acara, menegaskan bahwa IHT ini merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di madrasah tersebut.

"Sekolah yang hebat lahir dari kerja sama yang kuat. Melalui IHT ini kami ingin membangun budaya kolaborasi, saling belajar, dan saling menguatkan sehingga seluruh guru bergerak dalam satu visi untuk kemajuan MIM Tanjungsari," ujar Abdul Fitri Berlianto.

Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antarlembaga di bawah naungan Muhammadiyah-‘Aisyiyah, ditandai dengan kehadiran Kepala TK ABA Tanjungsari, Ibu Etik. Selain itu, Ketua Komite MIM Tanjungsari, Ibu Sri Muryati (Ibu Bekti), turut memberikan dukungan penuh.

Ibu Sri Muryati mengapresiasi komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan menyatakan bahwa Komite Sekolah siap mendukung penuh setiap program yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik.

Pelatihan berjalan interaktif, di mana para guru terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman. Mereka merumuskan strategi penguatan budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi, kompetensi, inovasi, dan orientasi mutu.