JAKARTA, Infotren.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadia, menegaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup untuk menghadapi potensi lonjakan permintaan di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah. 

Meskipun belakangan ini banyak masyarakat yang melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, Bahlil menegaskan bahwa stok BBM Indonesia dalam kondisi aman, dengan cadangan operasional yang cukup untuk 21 hingga 23 hari.

“Saya menyarankan dan meminta masyarakat untuk tidak panik. Stok BBM kita cukup, cadangannya ada di storage kita, yang terus dijaga besarannya melalui pasokan impor maupun produksi dalam negeri,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia memang mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah, namun produk BBM banyak didatangkan dari negara-negara Asia Tenggara, sehingga situasi di Selat Hormuz tidak akan berpengaruh besar terhadap pasokan dalam negeri. 

“Di Timur Tengah, kita cuma impor crude oil, sementara minyak jadinya kita impor dari negara-negara Asia Tenggara dan hasil produksi dalam negeri,” jelasnya.
Halaman:
I
I
Editor: Iqbal Saputra
Penulis: iqbal ajie saputra
×