JABAR.INFOTREN.ID - Masyarakat Kota Bandung, khususnya yang beraktivitas di wilayah Kecamatan Sukasari, Jawa Barat, hari ini disuguhi fenomena cuaca yang cukup ekstrem dalam hal fluktuasi suhu. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), langit di kawasan Bandung Utara ini diprediksi akan cerah sepanjang hari. Namun, di balik birunya langit, terdapat perbedaan suhu udara yang sangat kontras antara malam yang menggigit dan siang yang terik. Fenomena ini memicu berbagai reaksi dan opini dari warga lokal yang merasakan langsung perubahan suhu harian yang drastis ini.
Ringkasan Prakiraan Cuaca Terkini:
Kondisi Cuaca Pagi hingga Siang
Sejak dini hari, wilayah Sukasari diselimuti oleh suhu udara yang sangat dingin, mencapai puncaknya pada pukul 04:00 WIB dengan suhu 16°C dan kelembapan tinggi 85%. Menurut ulasan mendalam kami, kondisi ini merupakan karakteristik khas musim kemarau di dataran tinggi Bandung, di mana tidak adanya tutupan awan membuat radiasi panas bumi lepas sepenuhnya ke angkasa pada malam hari. Beberapa warga Sukasari yang kami hubungi mengeluhkan dinginnya udara pagi ini, bahkan menyamakannya dengan suhu di dalam lemari es.
Memasuki pagi hari sekitar pukul 07:00 WIB, suhu mulai merangkak naik ke angka 21°C seiring matahari yang mulai terbit tanpa penghalang awan. Perubahan ekstrem terjadi menjelang siang hari. Pada pukul 10:00 WIB hingga pukul 13:00 WIB, suhu melonjak tajam hingga menyentuh angka 29°C dengan tingkat kelembapan yang merosot hingga 43%. Transisi dari dingin yang menusuk ke panas yang cukup menyengat ini sering kali dikeluhkan oleh para komuter dan mahasiswa di kawasan Sukasari karena memicu rasa gerah yang instan setelah sebelumnya menggigil.
Prakiraan Sore dan Malam Hari
Mulai pukul 16:00 WIB, intensitas sinar matahari perlahan berkurang, membawa suhu turun ke angka 26°C. Angin pegunungan yang kering mulai berembus, memberikan kesejukan khas Bandung setelah siang yang terik. Kelembapan udara pun perlahan naik kembali ke angka 60%, menandakan mulainya fase pendinginan suhu permukaan bumi.
Memasuki malam hari, khususnya pada pukul 19:00 WIB hingga 22:00 WIB, suhu udara kembali merosot tajam dari 23°C menuju 19°C. Langit yang tetap cerah tanpa awan mempercepat proses penurunan suhu ini. Opini publik di media sosial menunjukkan bahwa malam hari seperti inilah yang paling dinanti sekaligus diwaspadai oleh warga Bandung. Di satu sisi, udara dingin ini sangat nyaman untuk beristirahat, namun di sisi lain, bagi mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan, dinginnya malam bisa menjadi tantangan fisik yang cukup berat.