JABAR.INFOTREN.ID - Warga Kota Bandung, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Sukasari, perlu mencermati dinamika cuaca yang diprediksi akan terjadi dalam 24 jam ke depan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tren cuaca menunjukkan transisi signifikan dari malam yang sejuk menuju potensi hujan ringan di siang hari. Analisis tren menunjukkan bahwa kelembapan udara akan menjadi faktor utama yang memicu perubahan kondisi ini.
Ringkasan Prakiraan Cuaca Terkini:
Kondisi Cuaca Pagi hingga Siang
Memasuki dini hari, suasana di sekitar Sukasari diprediksi sangat tenang dan sejuk. Suhu akan menyentuh titik terendah sekitar 19°C pada pukul 02.00 hingga 05.00 pagi, didukung oleh tingkat kelembapan yang sangat tinggi, mencapai 96% hingga 97%. Kondisi ini ideal untuk tidur nyenyak, namun perlu diperhatikan bagi mereka yang sensitif terhadap udara dingin.
Memasuki pagi hari, langit akan mulai cerah berawan sekitar pukul 08.00, ditandai dengan kenaikan suhu yang cukup drastis mencapai 24°C, sementara kelembapan mulai menurun ke angka 77%. Puncak suhu harian diperkirakan terjadi menjelang siang hari, yaitu pukul 11.00, mencapai 27°C. Namun, tren peningkatan suhu ini akan segera diikuti oleh potensi presipitasi. BMKG memprakirakan Hujan Ringan akan mengguyur wilayah ini sekitar pukul 11.00 dan berlanjut hingga pukul 14.00 siang, di mana suhu akan turun kembali menjadi 24°C seiring peningkatan kelembapan menjadi 81%.
Prakiraan Sore dan Malam Hari
Setelah intensitas hujan mereda menjelang sore, langit di Kota Bandung akan berangsur kembali menjadi berawan. Pada pukul 17.00, suhu akan berada di kisaran 21°C dengan kelembapan udara yang kembali melonjak tinggi hingga 92%, mengindikasikan udara yang terasa lembap pasca hujan.
Tren ini akan berlanjut hingga malam hari. Prakiraan menunjukkan kondisi malam akan didominasi oleh awan, dengan suhu stabil di angka 20°C pada pukul 20.00 dan 23.00. Kelembapan udara tetap tinggi, yaitu 94% sepanjang malam. Secara keseluruhan, meskipun malam hari tidak diprediksi hujan, kondisi berawan tebal ini perlu diwaspadai karena mengurangi potensi radiasi panas dari permukaan bumi.