INFOTREN.ID – Starter mobil yang berat, bunyi klakson yang mendadak lemah, atau bahkan kegagalan mesin menyala sama sekali sering kali menjadi pertanda bahwa aki mobil sedang bermasalah atau soak. Aki merupakan komponen vital yang menjadi sumber daya utama sistem kelistrikan kendaraan. Jika aki bermasalah, mobilitas pengguna kendaraan akan terhenti total.

Namun, sebelum panik dan segera memanggil layanan derek, ada beberapa langkah pencegahan dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan pemilik mobil. Merangkum dari berbagai sumber teknis otomotif, berikut adalah enam tips efektif untuk mengatasi dan mencegah aki mobil cepat soak.

1. Pertolongan Pertama: Lakukan Jump Start (Jumper Aki)

Ketika mobil mogok di tengah perjalanan akibat aki tekor, prosedur jump start menjadi solusi instan. Prosedur ini memerlukan kabel jumper dan bantuan mobil lain dengan aki yang berfungsi normal (mobil donor).

Langkah Pelaksanaan:
Hubungkan kabel positif (+) aki soak dengan kutub positif (+) aki sehat. Selanjutnya, hubungkan kutub negatif (-) aki sehat ke bagian sasis logam mobil yang mogok (bukan langsung ke terminal negatif aki soak). Setelah terhubung, nyalakan mesin mobil donor, lalu coba hidupkan mesin mobil Anda. Setelah berhasil menyala, biarkan mesin hidup beberapa saat agar alternator dapat mengisi ulang daya aki yang sempat habis.

2. Jangan Abaikan Pemanasan Rutin (Minimal 10–15 Menit)

Ironisnya, aki paling sering tekor bukan karena sering digunakan, melainkan karena terlalu lama didiamkan tanpa digunakan. Saat mobil dalam posisi mati, komponen seperti jam digital dan sistem alarm tetap mengonsumsi daya secara perlahan (self-discharge).

Untuk mencegah penumpukan daya yang terkuras, disarankan untuk memanaskan mesin mobil minimal 10 hingga 15 menit setiap hari, atau setidaknya 2–3 kali seminggu. Proses ini memberikan waktu yang cukup bagi alternator (dinamo ampere) untuk mengalirkan dan mengisi ulang daya listrik ke dalam aki.

3. Bersihkan Terminal Aki dari Kerak Korosi