JAKARTA, Infotren.id - Musisi ternama Ade Govinda baru saja merilis karya terbarunya berjudul "Terbelah Jadi Dua" dengan menggandeng penyanyi berbakat Gloria Jessica. Lagu yang sarat akan nuansa pedih ini menjadi pembuka dari album perdana Ade yang bertajuk "Blue" di tahun 2026.
Meskipun lagunya berkisah tentang luka cinta yang mendalam, Ade menegaskan bahwa seorang penulis tidak harus sedang patah hati saat berkarya. Ia membuktikan bahwa imajinasi dan empati jauh lebih kuat daripada sekadar mengandalkan perasaan pribadi yang sedang dirasakan.
“Pencipta lagu itu bisa jadi memanggil memori yang dulu, bisa jadi melihat hal apa terus relate,” ungkap Ade Govinda, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Ia ingin mematahkan stigma bahwa musisi yang sudah menikah tidak lagi mampu menciptakan lirik-lirik sendu yang menyayat hati.
Bagi Ade, satu kata dari sang istri pun bisa dikembangkan menjadi sudut pandang lagu yang menarik jika digali dengan tepat. Hal ini terbukti pada kesuksesan lagu sebelumnya yang justru menjadi sumber rezeki bagi pernikahannya meskipun bertema perpisahan.
Gloria Jessica yang akrab disapa Glojes memuji kemampuan Ade sebagai rekan diskusi yang sangat baik dalam membangun struktur sebuah lagu. "Kak Ade pendengar yang baik jadi bisa berangkat dari berbagai macam sudut pandang," ujar penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tersebut.
Glojes juga mengaku sempat merasa terbebani karena harus bekerja sama dengan sosok musisi yang ia anggap sebagai legenda di industri musik. Namun, suasana kerja yang santai dan penuh simpati membuat kolaborasi dalam lagu bernuansa dark pop ini berjalan sangat menyenangkan.
Kekuatan emosional lagu ini semakin terpancar jelas melalui video musik yang menggandeng aktris muda Yasamin Jasem sebagai bintang utamanya. Ade terlibat langsung dalam penggarapan visual bersama sutradara Bagoes Tresna demi memastikan setiap bait lirik tergambar sempurna melalui adegan.
Album "Blue" sendiri nantinya akan berisi total sepuluh lagu yang melibatkan deretan penyanyi papan atas lainnya sebagai rekan duet. Kehadiran karya ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi musik pop melankolis di Indonesia sepanjang tahun ini.